System atau merupakan suatu proses untuk memahami bagaimana

System thinking atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan
sebagai pemikiran secara sistem, yang mana pemikiran secara sistem merupakan suatu
pendekatan atau suatu cara pemikiran untuk dapat memahami berbagai macam sistem
dengan menekankan pada hubungan antar elemen yang ada pada suatu sistem itu
sendiri atau merupakan suatu proses untuk memahami bagaimana satu elemen dapat
mempengaruhi elemen lain dalam sebuah lingkungan. Contohnya dalam sebuah
organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah (swasta) terdiri dari orang
yang disebut pegawai dilingkup pemerintah dan karyawan dilingkup swasta, struktur
organisasi yang menggambarkan pengelompokan karyawan atau pegawai sesuai dengan
tingkatan atau jabatan masing-masing, dan proses bekerja didalam organisasi yang
dapat menentukan sehat tidaknya sebuah organisasi swasta. Dilihat dari contoh
tersebut dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud system thinking adalah bagaimana
orang – orang yang berada didalam sebuah organisasi baik yang disebut sebagai
pegawai maupun karyawan dapat mempengaruhi proses bekerja didalam organisasi
tersebut, apabila karyawan bermalas – malasan dalam bekerja bisa dipastikan
bahwa kinerja perusahaan akan menurun dan dapat menyebabkan ketidaksehatan
sebuah organisasi, atau mungkin orang yang ada didalam perusahaan dapat
mempengaruhi struktur perusahaan tersebut, atau juga proses bekerja dalam
sebuah perusahaan dapat mempengaruhi struktur organisasi, dan begitu
seterusnya. Karena elemen – elemen yang terdapat dalam sebuah perusahaan atau
organisasi saling berkaitan dan dapat saling mempengaruhi satu sama lain.

System thinking atau pemikiran secara sistem berbeda dengan
systematic thinking atau pemikiran secara sistematik yang dapat diartikan
sebagai memikirkan segala sesuatu dengan secara terurut berdasarkan kerangka
metode tertentu dengan proses pengambilan keputusan. System thinking atau
pemikiran secara sistem lebih menekankan pada kesadaran bahwa segala sesuatu
berhubungan dalam satu rangkaian sistem.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

System thinking atau pemikiran secara
sistem memiliki karakteristik sebagai berikut :

1.       
Berfikir secara menyeluruh dari pada
perbagian – bagian

System thinking atau
pemikiran secara sistem berarti melihat inti dari permasalahan secara
menyeluruh atau umum bukan secara lebih khusus atau dari elemen-elemen yang
mungkin menyebabkan permasalahan itu muncul.

2.       
Melihat sesuatu dari sudut pandang yang
berbeda

              System
thinking atau pemikiran secara sistem disebut melihat sesuatu dari sudut
pandang yang berbeda karena disaat segala sesuatu dilihat secara lebih
tersfesifikasi, system thinking atau pemikiran secara sistem justru melihat
dari gambaran secara umum atau luas sehingga segala elemen-elemen yang ada
menjadi satu dalam satu pemikiran.

3.       
Melihat sesuatu pada gambaran yang lebih
besar

4.       
Mencari tahu efek yang di timbulkan dari
suatu aksi

5.       
Mengidentifikasi bagaimana suatu
hubungan bisa mempengaruhi sistem

6.       
Mengerti konsep dari perilaku dinamis

7.       
Mengerti bagaimana cara struktur sistem
membentuk perilaku sistem

 

Ada dua tujuan system
thinking atau pemikiran secara sistem yaitu antara lain :

1.       
Holistik “big picture / gambaran secara
luas”, yaitu berfikir secara keseluruhan dilihat dari semua elemen – elemen
yang ada didalam sebuah lingkungan. Contohnya seseorang yang makan secara lebih
sering dari orang pada umumnya itu dianggap rakus, padahal kenyataannya mungkin
saja orang tersebut memiliki sakit maag sehingga mengharuskan untuk rutin makan
setiap 4 jam sekali.

2.       
Reduksionis “sederhana / gambaran secara
sempit”, yaitu berfikir secara sederhana untuk mempermudah melihat hal – hal
apa saja yang terdapat didalam sebuah lingkungan agar menjadi lebih fokus. Contohnya
disebuah sekolah terdapat anak dengan nilai yang bisa dibilang rendah, ada
beberapa yang mengatakan bahwa anak tersebut malas.

Tetapi, tujuan utama dari system thinking atau
pemikiran secara sistem adalah berfikir secara luas dan dengan penjelasan secara
simple / sederhana. Contohnya apabila seseorang hendak melakukan diet, dia
mencari referensi diet yang baik juga bertanya kepada teman – teman maupun
orang yang dikenal apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang yang sedang dalam
rangka diet. Berbagai masukan dari berbagai sumber tips – tips diet baik dan
sehat, ada yang mengatakan dimulai dari niat, olahraga secara rutin, menjaga
pola makan. Dari semua masukan yang didapat inti dari apabila seseorang ingin
melakukan diet maka maka harus menjaga pola makan. Maka dapat disimpulkan bahwa
niat, olahraga secara rutin, menjaga pola makan merupakan gambaran besar / big
picture dari kegiatan memperbaiki porsi tubuh atau diet, sedangkan menjaga pola
makan adalah gambaran secara sempit atau reduksionis yang merupakan inti dari
kegiatan diet tersebut.

 

System thinking atau pemikiran secara sistem
memiliki beberapa sifat yaitu antara lain sebagai berikut :

1.       
Auxiliary

Auxiliary atau dalam
bahasa indonesia yang berarti bantu, dalam system thinking memiliki pengertian
bahwa system thinking atau pemikiran secara sistem dapat membantu seseorang
dalam menyelesaikan masalahnya dengan melihat dari sudut pandang yang lebih
luas atau menyeluruh sehingga bisa dapat lebih memahami dimana letak
kesalahnnya.

Studi kasus : PT. Jaya Sejahtera bergerak dibidang
fashion, yaitu memproduksi pakaian wanita khususnya atasan atau baju. Dalam
kurun waktu 6 (enam) bulan penjualan baju dari PT. Jaya Sejahtera mengalami
penurunan dikarenakan ada beberapa pesaing yang baru muncul dengan menawarkan
model – model yang lebih baik dari pada yang diproduksi oleh PT. Jaya Sejahtera
dengan mengikuti keinginan pasar juga dengan harga yang lebih murah dari yang
ditawarkan oleh PT. Jaya Sejahtera sedangkan perusahaan hanya memproduksi
pakaian yang dianggap model baru tetapi sebenarnya tidak diinginkan oleh pasar,
sehingga masyarakat lebih memilih membeli dan menggunakan produk dari pesaing
PT. Jaya Sejahtera tersebut. Dengan menerapkan system thinking, para top
management PT. Jaya Sejahtera menganalisis sebab akibat mengapa bisa terjadi penurunan
penjualan pakaian, yaitu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya penurunan
penjualan terjadi karena perusahaan tidak mengikuti keinginan pasar. Sehingga
top management merubah strategi perusahaan dalam proses produksi atau
menciptakan model – model baju sesuai dengan apa yang dinginkan oleh pasar
untuk dapat meningkatkan lagi penjualan pakaian wanita dari PT. Jaya Sejahtera.

2.       
Konstanta / Parameter

       Salah
satu sifat dari system thinking atau pemikiran secara sistem yaitu yang biasa
disebut konstanta / parameter yang dapat diartikan sebagai alat ukur yang
bersifat tetap. Hal ini berarti dengan menerapkan system thinking atau pemikiran
secara sistem yang bersifat tetap maka sistem tersebut akan berjalan secara tetap
sesuai dengan apa yang kita putuskan, namun jika keputusan tersebut kita ubah
maka sistem tersebut akan berubah sesuai dengan keputusan yang kita buat.

Studi kasus : 1.) Didalam sebuah industri
pendidikan, Universitas X yang terdapat disalah satu kota di Indonesia telah
melakukan musyawarah besar dipertengahan tahun 2015 yaitu untuk membahas
mengenai tata cara pendaftaran mahasiswa baru, kriteria seperti apa saja yang
akan diterima untuk dapat melanjutkan pendidikan di Universitas tersebut
sebagai mahasiswa baru, Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan untuk
dapat mengikuti perkuliahan. Dalam rapat tersebut ada beberapa perubahan
tentunya untuk memperbaiki kualitas kampus dan yang pasti perubahan – perubahan
tersebut juga mengubah berpengaruh terhadap sistem kampus.

2). Harga bahan pokok di pasar cenderung mengikuti
dengan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Jika harga BBM (Bahan Bakar Minyak)
cenderung tetap, maka harga di pasar juga akan stabil. Sebaliknya, jika
pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak),
maka harga bahan baku di pasar dengan sendirinya akan mengikuti keinaikan harga
BBM tersebut.

3.       
Multiplier

  Multiplier merupakan sifat system thinking
atau pemikiran secara sistem yang ketiga / yang terakhir yang mempunyai arti
banyak pilihan. Banyak pilihan yang dimaksud adalah dengan menerapkan system
thinking kita melihat segala sesuatu maupun masalah secara luas sehingga
seluruh elemen termasuk kedalam satu pemikiran, setelah kita melihat secara
keseluruhan kita dapat memilih ke komponen – komponen maupun elemen – elemen
mana yang ingin menjadi fokus terlebih dahulu untuk diteliti, dianalisis
terlebih dahulu yang dirasa berpengaruh lebih besar dari semua elemen yang ada.

Studi kasus : Ada
seseorang yang ingin membuka usaha beliau bernama Pak Sidiq. Pak Sidiq
melakukan riset usaha dibidang apa yang lagi ramai dan ternyata usaha yang
digandrungi oleh pelaku bisnis lebih ke usaha kuliner, sehingga Pak Sidiq ingin
membuka usaha kuliner yaitu makanan bakso. Sebelum Pak Sidiq membuka usaha
makanan bakso beliau melakukan analisis apakah jika beliau memasuki industri
makanan khususnya bakso usahanya akan berhasil dan berapa tingkat keberhasilan
usaha jika Pak Sidiq memasuki industri kuliner yang satu itu. Setelah beliau
melakukan analisis dan mendapat jawaban yang baik atas apa yang beliau cari,
maka Pak Sidiq mulai memikirkan target pasarnya siapa yang akan membeli makanan
bakso nya Pak Sidiq, siapa yang akan menjadi sasaran utamanya apakah itu mahasiswa
ataupun orang – orang yang bekerja di kantor sehingga jika target pasarnya
mahasiswa maka Pak Sidiq harus membuka usaha di sekitaran kampus dan jika
target pasarnya orang – orang kantor maka Pak Sidiq paling tidak membuka usaha
disekitaran kantor yang tentunya harga dari bakso tersebut mengikuti dari
target pasarnya, apa kelebihan dari bakso yang diproduksi oleh Pak Sidiq dibandingkan
dengan bakso yang diproduksi orang lain atau bisa dikatakan apa yang menjadi
nilai tambah dari bakso produksi Pak Sidiq, dimana dan bagaimana konsumen bisa
mendapatkan bakso Pak Sidiq atau bisa dikatakan lokasi tempat Pak Sidiq
memasarkan baksonya dan mungkin juga Pak Sidiq melakukan penjualan secara
online, dan dimana beliau akan mendapatkan bahan baku pembuatan bakso tersebut,
dan mungkin yang paling utama adalah bagaimana beliau akan mendapat sumber dana
/ biaya untuk memulai usaha kuliner tersebut. Kesimpulannya adalah Pak Sidiq
ingin membuka usaha kuliner yang dikategorikan kedalam hal tersebut merupakan
gambaran secara garis besarnya, dan yang merupakan komponen – komponen nya
adalah target pasar nya, tempat untuk membuka usaha, sumber dana untuk dapat
membuka usaha, nilai tambah yang akan konsumen dapatkan jika membeli bakso Pak
Sidiq, dan juga kegiatan – kegiatan dalam menjalankan usaha tersebut seperti
membeli bahan baku, dll. Pak Sidiq dapat memilih komponen mana yang akan
menjadi fokusnya terlebih dahulu. Kembali lagi, apa yang menjadi pemikiran Pak
Sidiq mengenai kegiatan usaha beliau itu saling berkaitan satu sama lain, dapat
saling mempengaruhi.